FORMULIR DAN ALUR PENDAFTARAN PENELITIAN (revisi)

Bagi mahasiswa yang mengambil skripsi dan melakukan penelitian di laboratorium /memakai peralatan laboratorium harap mengisi formulir pendaftaran berikut FORMULIR PENDAFTARAN PENELITIAN

Pengumuman Yudisium FPMIPA

Untuk mahasiswa FMIPA tahun akademik 2013/2014 semester genap dimohon untuk melengkapi berkas pendaftaran yudisium dan pengisian angket. Pengisian formulir pendaftaran dan angket ini dimulai pada tanggal 25 Agustus 2014 s/d 10 September 2014, mohon untuk kerjasamanya.

Apabila ada kesulitan dalam mendownload ataupun pengisian secara online hubungi ke sekretariatan yudisium a.n Bapak Edi Suprapto dan Bapak Reza Kusuma S.

Pengumuman dapat didownload di sini 

Langkah untuk pendaftaran Yudisium :

1. Klik link berikut untuk pendafataran Yudisium online
Pendaftaran Yudisium

2. Apabila pengisian sudah lengkap dan sudah di “submit” atau “kirim” dapat mendownload dan kemudian mengisi form berikut
Formulir Pendaftaran

3. Klik link berikut untuk pengisian angket online
Pengisian Angket

4. Apabila pengisian sudah lengkap dan sudah di “submit” atau “kirim” dapat mendownload dan kemudian mengisi form berikut
Angket Kupuasan Mahasiswa

Publikasi Karya Ilmiah dalam Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Sains UNESA Tahun 2014

BIODEGRADASI BAGASSE Oleh KAPANG Aspergillus niger

 

Pujiati

Jurusan Pendidikan Biologi, FPMIPA, IKIP PGRI Madiun

Email: poesky86@gmail.com

 

ABSTRACT

This research aimed to determine the influence of Aspergillus niger inoculum concentration, incubation times and a combination thereof to degrade bagasse based on the C/N ratio. This research consists of 2 independent variable, with three repetition for each treatment. Consists of 4 levels of Aspergillus niger inoculum concentration ( 0%, 20%, 30%, and 40%) and 4 levels of incubation time  (1, 2, 3, and 4 weeks). Dependent variables are calculated at this research is the C/N ratio. The data obtained were tested by Brown Forsythe test and continued with Games Howell test with significance level 5%. The results of this research showed that concentration of inoculum Aspergillus niger, times of incubation and combination of both affect to the C/N ratio. The C/N ratio control were 269,738 and from this research C/N ratio achieved at the lowest inoculum concentration of Aspergillus niger 30% that is equal to 116.958% with 56.64% of  C/N ratio degradation percentage, incubation time achieved in the first week amounted to 89.086% with 66.97% of C/N ratio degradation percentage  and from a combination of both the lowest C/N ratio showed at 40% concentration of inoculum Aspergillus niger and 1 week of incubation time equal to 71,797 with 73,38% of C/N ratio degradation percentage

 

Key Words: biodegradation, Aspergillus niger, bagasse, C/N ratio

 

Read more

Publikasi Karya Ilmiah dalam Prosiding Seminar Internasional di UIN Tahun 2013

 

PLANKTON COMMUNITIES IN BENING RESERVOIR MADIUN

Marheny Lukitasari, Nurul Kusuma Dewi, Joko Widiyanto

Dept. of Biology Education, IKIP PGRI MADIUN

e-mail : nurul.kusuma.d@mail.ugm.ac.id

 

Abstract

Plankton often used as an indicator of water quality. The aim of this study was to investigate the plankton communities in relation to the physical and chemical characteristics of Bening reservoir Madiun during the dry season (March-July 2013). Plankton and surface water samples were collected from the six stations monthly during dry season (March-July 2013). Field sampling procedures were done at the reservoir, followed with identification and data analysis at laboratory using standard metod. There are 16 genus of phytoplankton and 14 genus zooplankton which were distributed unevenly. Synedra was the most abundant of the overall phytoplankton samples. The most abundant zooplankton found during this investigation were Cyclops in March samples and Nauplius in April, May, June and July samples. The low abundance found in this study for the plankton communities might explained by the presence of planktivorous fishes and most probably low light penetration (low transparency).

Keywords: dry season, transparency, Synedra, Cyclop, Nauplius

  Read more

Publikasi Karya Ilmiah dalam Prosiding Seminar Internasional di UIN Malang Tahun 2013

ISOLATION OF CELLULOLYTIC MOLD FROM SOIL OF TEAK FOREST N KRESEK, MADIUN

 

Pujiati, , Muh. Waskito Ardhi, Ani Sulistyarsi

Department of Biology Education, Faculty of Mathematic and Natural Science Education IKIP PGRI Madiun

Email: poesky86@gmail.com


ABSTRACT

The research is conducted to isolation of celluolytic mold from soil of teak forest in Kresek Madiun.  Cellulolytic Mold is a type of mold that has a cellulase enzymes that can degrade cellulose containing materials like an organic wastes. Cellulose may be hydrolyzed using enzymes to produce glucose, which can be used for the production of ethanol, organic acids and other chemicals. Cellulose is expensive and contributes only 50% to the overall cost of hydrolysis due to the low specific activity. Celluloses provide a key opportunity for achieving tremendous benefits of biomass utilization. Therefore, there has been much research aimed at obtaining new microorganisms producing cellulase enzymes with higher specific activities and greater efficiency. Presently, work is aimed at screening and isolating cellulolytic mold from the soil of teak forest samples, identification of the isolates based on macroscopic and microscopic characteristic. The cellulolytic mold isolate were identified are Aspergillus, Fusarium, Penicillium and Rhizopus. The fungi that exhibited higher cellulase activity is Aspergillus sp. with 21,17 ± 1,53 mm of clear zone diametre and 0,68 of clear zone ratio. The  fungi that exhibited lowest cellulase activity is  Penicillium sp.with 0,63 ± 0,35 mm of clear zone diametre and 0,06 of clear zone ratio.

Keyword : Cellulolytic mold, Degradation, Soil of Teak Forest

  Read more

Publikasi Karya Ilmiah dalam Proceeding SNPS 2012 di UNS

Pembelajaran Biologi Melalui Guided Inquiry Model Menggunakan Teknik Mind Map dan Teknik Modified Roundhouse Diagram Ditinjau dari Kemampuan Berpikir Kritis dan Keterampilan Proses Sains Mahasiswa

 

Muh. Waskito Ardhi1), Suciati Sudarisman2), Suparmi3)

1Prodi Pendidikan Biologi, Fakultas PMIPA, IKIP PGRI Madiun

Madiun, 63118, Indonesia

itokerna@yahoo.co.id

2Prodi Pendidikan Sains, Program Pascasarjana, Universitas Sebelas Maret

Surakarta, 57126, Indonesia

suciati.sudarisman@yahoo.com

3Prodi Pendidikan Sains, Program Pascasarjana, Universitas Sebelas

Surakarta, 57126, Indonesia

suparmiuns@gmail.com

 

ABSTRAK

 

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Guided Inquiry Model menggunakan teknik Mind Map dan Modified Roundhouse Diagram ditinjau dari kemampuan berfikir kritis dan keterampilan proses sains, dan interaksinya terhadap hasil belajar afektif, psikomotorik, dan kognitif. Penelitian ini menggunakan eksperimen dengan populasi  penelitian adalah seluruh mahasiswa semester V Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UMS Tahun Akademik 2011/2012. Sampel diambil dengan teknik purposive random sampling yang terbagi dalam dua kelas eksperimen. Kelas VB diberi perlakuan Guided Inquiry Model menggunakan teknik Mind Map dan kelas VC menggunakan Modified Roundhouse Diagram. Data diperoleh melalui observasi untuk hasil proses afektif dan psikomotor, tes produk untuk hasil belajar afektif, psikomotor, dan kognitif, angket untuk kemampuan berfikir kritis dan keterampilan proses sains. Pengujian hipotesis menggunakan ANOVA dengan desain faktorial 2x2x2. Dari analisis data disimpulkan: 1. Guided Inquiry Model menggunakan teknik Mind Map dan Modified Roundhouse Diagram memberi pengaruh signifikan terhadap hasil belajar afektif dan kognitif tetapi tidak signifikan terhadap hasil belajar psikomotorik; 2. terdapat pengaruh yang signifikan antara kemampuan berpikir kritis terhadap prestasi belajar afektif, psikomotorik, dan kognitif; 3. terdapat pengaruh yang signifikan antara keterampilan proses sains terhadap prestasi afektif, psikomotorik dan kognitif; 4. tidak ada pengaruh interaksi teknik pembelajaran menggunakan Mind Map dan Modified Roundhouse Diagram dengan kemampuan berpikir kritis terhadap hasil belajar afektif, psikomotorik, dan kognitif; 5. tidak ada pengaruh interaksi antara penggunaan teknik pembelajaran menggunakan Mind Map dan Modified Roundhouse Diagram dengan keterampilan proses sains mahasiswa terhadap prestasi belajar aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik; 6. ada pengaruh interaksi antara kemampuan berfikir kritis dan keterampilan proses sains terhadap prestasi belajar pada aspek afektif dan kognitif,  tetapi tidak ada pengaruh terhadap hasil belajar psikomotorik; 7. tidak terdapat pengaruh interaksi teknik, kemampuan berpikir kritis dan keterampilan proses sains terhadap prestasi kognitif, afektif, dan psikomotorik.

 Kata Kunci:         Guided Inquiry Model, Mind Map, Modified Roundhouse Diagram.

  Read more

Publikasi Karya Ilmiah dalam Prosiding SNPS Tahun 2013 di UNS

PEMBELAJARAN IPA BIOLOGI MENGGUNAKAN PENDEKATAN INQUIRY BASED SCIENCE PROCESS SKILLS DENGAN WHOLE SCIENCE THINKING MODEL DAN PARTIAL SCIENCE THINKING MODEL DITINJAU DARI KREATIVITAS DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA

Sigit Ari Prabowo1, Widha Sunarno2, Suciati Sudarisman3

1IKIP PGRI Madiun, Madiun, 63118

2Universitas Sebelas Maret, Surakarta, 57126

3Universitas Sebelas Maret, Surakarta, 57126

e-mail : sigit27ap@gmail.com

ABSTRAK

 Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Whole Science Thinking Model dan Partial Science Thinking Model ditinjau dari kreativitas dan kemampuan berpikir kritis siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Sampel diambil dengan teknik cluster random sampling sebanyak 2 kelas yaitu kelas VIIIA sebagai kelas eksperimen Partial Science Thinking Model dan VIIIC sebagai kelas eksperimen Whole Science Thinking Model. Analisis data menggunakan anava dengan desain faktorial 2x2x2. Kesimpulan penelitian ini sebagai berikut: (1) ada perbedaan penggunaan kedua model terhadap prestasi belajar aspek kognitif tetapi tidak ada perbedaan penggunaan kedua model terhadap prestasi belajar aspek afektif dan psikomotor; (2) ada perbedaan kreativitas tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar aspek kognitif dan afektif tetapi tidak ada perbedaan kreativitas tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar aspek psikomotor; (3) ada perbedaan kemampuan berpikir kritis tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar aspek kognitif, afektif, dan psikomotor; (4) tidak ada interaksi antara model pembelajaran dan kreativitas terhadap prestasi belajar aspek kognitif, afektif, dan psikomotor; (5) tidak ada interaksi antara model pembelajaran dan berpikir kritis terhadap prestasi belajar aspek kognitif, afektif, dan psikomotor; (6) ada interaksi antara kreativitas dan berpikir kritis terhadap prestasi belajar aspek kognitif dan afektif tetapi tidak ada interaksi antara kreativitas dan berpikir kritis terhadap prestasi belajar aspek psikomotor; (7) tidak ada interaksi antara model pembelajaran, kreativitas dan kemampuan berpikir kritis terhadap prestasi belajar aspek kognitif, afektif, dan psikomotor.

 Kata kunci : Inquiry Based Science Process Skills, Whole Science Thinking Model, Partial Science Thinking Model, Kreativitas, Berpikir Kritis, Prestasi, dan Sistem Gerak Manusia

 

DAFTAR SEBARAN PPL P. BIOLOGI

Informasi Lokasi Penempatan PPL download di sini

Penelusuran Data Alumni

PENDATAAN BERIKUT DIGUNAKAN SEBAGAI DATA ALUMNI PRODI BIOLOGI
Petunjuk :

  1. Lengkapi formulir yang tersedia dengan lengkap dan benar.
  2. Isi data dengan menggunakan HURUF BESAR/BALOK.
  3. klik kirim (SUBMIT) untuk menyelesaikan pengisian.
FORMULIR PENGISIAN TRACER STUDY PRODI BIOLOGI

DOWNLOAD FORMULIR TRACER STUDY DI BAWAH INI UNTUK KONFIRMASI PELENGKAPAN DATA TRACER STUDY PENGISIAN ONLINE DI ATAS UNTUK DI LAPORKAN PADA SUB BAGIAN I-CARE.

Kuesioner Rintisan PDPT Remark IKIP PGRI Madiun

UJIAN SKRIPSI

UJIAN SKRIPSI

1. Batas akhir pendaftaran ke Prodi tanggal 6 Juli 2013

2. Pembayaran tanggal 10 – 11 Juli 2013

3. Batas akhir pengumpulan Berkas tanggal 18 Juli 2013

4. Pelaksanaan ujian tanggal 22- 25 Juli 2013

Catatan : Pakaian ujian ; atasan hem putih berdasi, bawahan celana/rok hitam, jas almamater dan bersepatu